on Selasa, 20 Maret 2012
2.1       Bahasa
2.1.1    Pengertian Bahasa Indonesia yang Baku dan Tidak Baku.
   1.      Bahasa Indonesia Baku adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang bentuk bahasanya telah dikodifikasi, diterima dan difungsikan atau dipakai sebagai model oleh masyarakat Indonesia secara luas
   2.      Bahasa Indonesia Nonbaku adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang tidak dikodifikasi, tidak diterima, dan tidak difungsikan sebagai model masyarakat Indonesia secara luas, tetapi dipakai oleh masyarakat secara khusus.
2.1.2    Fungsi Bahasa Indonesia Baku
            Bahasa Indonesia baku mempunyai empat fungsi, yaitu pemersatu, penanda kepribadian, penambah wibawa, kerangka acuan.
  1.       Bahasa indonesia baku berfungsi pemersatu.
 Bahasa Indonesia baku mempersatukan atau menghubungkan penutur berbagai dialek bahasa itu. Bahasa Indonesia baku mengikat kebinekaan rumpun dan bahasa yang ada di Indonesia dengan mengatasi batas-batas kedaerahan
   2.      Bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai penanda kepribadian.
            Bahasa Indonesia baku merupakan ciri khas yang membedakannya dengan bahasa-bahasa lain
   3.      Bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai penambah wibawa.
Pemilikan bahasa Indoesia baku akan membawa serta atau pretise. Fungsi pembawa wibawa berkaitan dengan usaha men-capai kesederajatan dengan peradaban lain yang dikagumi melalui pemero-lehan bahasa baku
   4.      Bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan.
            Bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan bagi pemakainya dengan adanya norma atau kaidah yang dikodifikasi secara jelas.

2.1.3    Peran Bahasa Indonesia
1. Sebagai media pemersatu bangsa.
2. Sebagai pengembang ilmu pengetahuan
3. Sebagai media alat komunikasi mutlak
4. Sebagai penunjuk kedudukan sosial
2.1.4    Penggunaan Bahasa Indonesia yang baku dan tidak baku dalam kehidupan sehari-hari
Bahasa  bukan sekedar alat komunikasi, bahasa itu bersistem. Oleh karena itu, berbahasa bukan sekedar berkomunikasi, berbahasa perlu menaati kaidah atau aturan bahasa yang berlaku.
Ungkapan “Gunakanlah Bahasa Indonesia dengan baik dan benar.” Kita tentu sudah sering mendengar dan membaca ungkapan tersebut. Permasalahannya adalah pengertian apa yang terbentuk dalam benak kita ketika mendengar ungkapan tersebut? Apakah sebenarnya ungkapan itu? Apakah yang dijadikan alat ukur (kriteria) bahasa yang baik? Apa pula alat ukur bahasa yang benar?

 Bahasa yang Baik
Penggunaan bahasa dengan baik menekankan aspek komunikatif bahasa. Hal itu berarti bahwa kita harus memperhatikan sasaran bahasa kita. Kita harus memperhatikan kepada siapa kita akan menyampaikan bahasa kita. Oleh sebab itu, unsur umur, pendidikan, agama, status sosial, lingkungan sosial, dan sudut pandang khalayak sasaran kita tidak boleh kita abaikan. Cara kita berbahasa kepada anak kecil dengan cara kita berbahasa kepada orang dewasa tentu berbeda. Penggunaan bahasa untuk lingkungan yang berpendidikan tinggi dan berpendidikan rendah tentu tidak dapat disamakan. Kita tidak dapat menyampaikan pengertian mengenai jembatan, misalnya, dengan bahasa yang sama kepada seorang anak SD dan kepada orang dewasa. Selain umur yang berbeda, daya serap seorang anak dengan orang dewasa tentu jauh berbeda.
Lebih lanjut lagi, karena berkaitan dengan aspek komunikasi, maka unsur-unsur komunikasi menjadi penting, yakni pengirim pesan, isi pesan, media penyampaian pesan, dan penerima pesan. Mengirim pesan adalah orang yang akan menyampaikan suatu gagasan kepada penerima pesan, yaitu pendengar atau pembacanya, bergantung pada media yang digunakannya. Jika pengirim pesan menggunakan telepon, media yang digunakan adalah media lisan. Jika ia menggunakan surat, media yang digunakan adalah media tulis. Isi pesan adalah gagasan yang ingin disampaikannya kepada penerima pesan.
Marilah kita gunakan contoh sebuah majalah atau buku. Pengirim pesan dapat berupa penulis artikel atau penulis cerita, baik komik, dongeng, atau narasi. Isi pesan adalah permasalahan atau cerita yang ingin disampaikan atau dijelaskan. Media pesan merupakan majalah, komik, atau buku cerita. Semua bentuk tertulis itu disampaikan kepada pembaca yang dituju. Cara artikel atau cerita itu disampaikan tentu disesuaikan dengan pembaca yang dituju. Berarti, dalam pembuatan tulisan itu akan diperhatikan jenis permasalahan, jenis cerita, dan kepada siapa tulisan atau cerita itu ditujukan.
 Bahasa yang Benar
Bahasa yang benar berkaitan dengan aspek kaidah, yakni peraturan bahasa. Berkaitan dengan peraturan bahasa, ada empat hal yang harus diperhatikan, yaitu masalah tata bahasa, pilihan kata, tanda baca, danejaan. Pengetahuan atas tata bahasa dan pilihan kata, harus dimiliki dalam penggunaan bahasa lisan dan tulis. Pengetahuan atas tanda baca dan ejaan harus dimiliki dalam penggunaan bahasa tulis. Tanpa pengetahuan tata bahasa yang memadai, kita akan mengalami kesulitan dalam bermain dengan bahasa.
Kriteria yang digunakan untuk melihat penggunaan bahasa yang benar adalah kaidah bahasa. Kaidah ini meliputi aspek (1) tata bunyi (fonologi), (2)tata bahasa (kata dan kalimat), (3) kosa kata (termasuk istilah), (4), ejaan, dan (5) makna. Pada aspek tata bunyi, misalnya kita telah menerima bunyi f, v dan z. Oleh karena itu, kata-kata yang benar adalah fajar, motif, aktif, variabel, vitamin, devaluasi, zakat, izin, bukan pajar, motip, aktip, pariabel, pitamin, depaluasi, jakat, ijin. Masalah lafal juga termasuk aspek tata bumi. Pelafalan yang benar adalah kompleks, transmigrasi, ekspor, bukan komplek, tranmigrasi, ekspot.
Pada aspek tata bahasa, mengenai bentuk kata misalnya, bentuk yang benar adalah ubah, mencari, terdesak, mengebut, tegakkan, dan pertanggungjawaban, bukan obah, robah, rubah, nyari, kedesak, ngebut, tegakan dan pertanggung jawaban. Dari segi kalimat pernyataan di bawah ini tidak benar karena tidak mengandung subjek. Kalimat mandiri harus mempunyai subjek, predikat atau dan objek.
(1) Pada tabel di atas memperlihatkan bahwa jumlah wanita lebih banyak daripada jumlah pria.
Jika kata pada yang mengawali pernyataan itu ditiadakan, unsur tabel di atas menjadi subjek. Dengan demikian, kalimat itu benar. Pada aspek kosa kata, kata-kata seperti bilang, kasih, entar dan udah lebih baik diganti dengan berkata/mengatakan, memberi, sebentar, dan sudah dalam penggunaan bahasa yang benar. Dalam hubungannya dengan peristilahan, istilah dampak (impact), bandar udara, keluaran (output), dan pajak tanah (land tax) dipilih sebagai istilah yang benar daripada istilah pengaruh, pelabuhan udara, hasil, dan pajak bumi. Dari segi ejaan, penulisan yang benar adalah analisis, sistem, objek, jadwal, kualitas, dan hierarki. Dari segi maknanya, penggunaan bahasa yang benar bertalian dengan ketepatan menggunakan kata yang sesuai dengan tuntutan makna. Misalnya dalam bahasa ilmu tidak tepat jika digunakan kata yang sifatnya konotatif (kiasan). Jadi penggunaan bahasa yang benar adalah penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa.
Kriteria penggunaan bahasa yang baik adalah ketepatan memilih ragam bahasa yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi. Pemilihan ini bertalian dengan topik yang dibicarakan, tujuan pembicaraan, orang yang diajak berbicara (kalau lisan) atau pembaca (jika tulis), dan tempat pembicaraan. Selain itu, bahasa yang baik itu bernalar, dalam arti bahwa bahasa yang kita gunakan logis dan sesuai dengan tata nilai masyarakat kita. Penggunaan bahasa yang benar tergambar dalam penggunaan kalimat-kalimat yang gramatikal, yaitu kalimat-kalimat yang memenuhi kaidah tata bunyi (fonologi), tata bahasa, kosa kata, istilah, dan ejaan. Penggunaan bahasa yang baik terlihat dari penggunaan kalimat-kalimat yang efektif, yaitu kalimat-kalimat yang dapat menyampaikan pesan/informasi secara tepat.
Berbahasa dengan baik dan benar tidak hanya menekankan kebenaran dalam hal tata bahasa, melainkan juga memperhatikan aspek komunikatif. Bahasa yang komunikatif tidak selalu hanus merupakan bahasa standar. Sebaliknya, penggunaan bahasa standar tidak selalu berarti bahwa bahasa itu baik dan benar. Sebaiknya, kita menggunakan ragam bahasa yang serasi dengan sasarannya dan disamping itu mengikuti kaidah bahasa yang benar.

NAMA:
-          Rianto Hafizh
-           Irwansyah Ristiady

A.   Pengertian Budaya

Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945.


B.   Budaya-Budaya Indonesia

·         Budaya Betawi
Suku Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa pada masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia.  Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Bali, Bugis, Makassar, Ambon, dan Melayu serta suku-suku pendatang, seperti Arab, India, Tionghoa, dan Eropa.


·         Budaya Batak
Batak merupakan salah satu suku bangsa di Indonesia. Nama ini merupakan sebuah terma kolektif untuk mengidentifikasikan beberapa suku bangsa yang bermukim dan berasal dari Tapanuli dan Sumatera Timur, di Sumatera Utara. Suku bangsa yang dikategorikan sebagai Batak adalah Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungun, Batak Angkola, dan Batak Mandailing.Mayoritas orang Batak menganut agama Kristen dan sisanya beragama Islam. Tetapi ada pula yang menganut agama Malim dan juga menganut kepercayaan animisme (disebut Sipelebegu atau Parbegu), walaupun kini jumlah penganut kedua ajaran ini sudah semakin berkurang.


·         Budaya Jawa
Kebudayaan Jawa kuwe kebudayaan sing dianut masyarakat Jawa, sing ngutamakna keseimbangan, keselarasan, lan keserasian, dadi kabeh unsur (urip karo mati, alam karo makhluk urip) kudu harmonis, saling berdampingan, intine kabeh kudu cocog




·         Budaya Sunda
Budaya Sunda dikenal dengan budaya yang sangat menjujung tinggi sopan santun. Pada umumnya karakter masyarakat sunda, ramah tamah (someah), murah senyum, lemah lembut, dan sangat menghormati orangtua. Itulah cermin budaya dan kultur masyarakat sunda. Di dalam bahasa Sunda diajarkan bagaimana menggunakan bahasa halus untuk orang tua. Seperti pada kebudayaan sunda, kebudayaan sunda termasuk kebudayaan tertua.kebudayaan sunda yang ideal kemudian sering dikaitkan sebagai kebbudayaan raja – raja sunda. Ada beberapa watak dalam budaya Sunda tentang satu jalan menuju keutamaan hidup. watak Sunda itu adalah cageur,bageur,singer dan pinter. Kebudayaan sunda juga merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia yang dalam perkembangannya perludilestarikan. Hampir semua masyarakat sunda beragama Islam namun ada beberapa yang bukan beragama islam, walaupun berebeda namun pada dasarnya seluruh kehidupan di tujukan untuk alam semesta.Kebudayaan sunda memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dari kebudayaan – kebudayaan lain. Secaraumum masyarakat Jawa Barat atau Tatar sunda , sering dikenal dengan masyarakat religius.Kecenderungan ini tampak sebagaimana dalam pameo “ silih asih, silih asah dan silih asuh, saling mengasihi, saling mempertajam diri dan saling malindungi.Selain itu Sunda juga memiliki sejumlah budaya lain yang khas seperti kesopanan,rendah hati terhadap sesama, kepada yang lebih tua dan menyayangi kepada yang lebih kecil.Pada kebudayaan sunda keseimbangan magis di pertahankan dengan cara melakukan upacara-upacara adat sedangkan keseimbangan sosial masyarakat sunda melakukan gotong royong untuk mempertahankannya. Budaya sunda memiliki banyak kesenian , diantaranya adalah kesenian sisngaan, tarian khas sunda, wayang golek,permainan anak kecil yang khas,alat musik sunda yang bisanya digunakan pada pagelaran kesenian.


C.      Wujud Kebudayaan Indonesia
1.      Rumah adat
-          Rumah adat Sunda: jolongo
-          Rumah adat Batak: jabu bolon
-          Rumah adat Jawa:joglo
-          Rumah adat Betawi: kebaya

2.      Tarian
-          Tari Jawa :  Bedaya, Kuda Lumping, Reog
-          Tari Sunda : jaipong, tari topeng
-          Tari Betawi : yapong
-          Tari Batak : tortor

3.      Lagu
-          Lagu Jawa : Gambang Suling, Gek Kepriye, Gundul Pacul, Ilir-ilir,Jamuran, Bapak Pucung, Yen Ing Tawang Ono Lintang, Stasiun Balapan,  Pitik Tukung, Sinom, Suwe Ora Jamu, Te Kate Dipanah
-          Lagu: Batak : Anju Ahu, Bungo Bangso, Cikala Le Pongpong,Bungo Bangso, Butet, Dago Inang Sarge, Lisoi, Madekdek Magambiri, Mariam Tomong, Nasonang Dohita Nadua, Rambadia,Sengko-Sengko, Siboga Tacinto, Sinanggar Tulo, Sing Sing So,Tapian Nauli
-          Lagu Sunda : Bubuy Bulan, Cing Cangkeling, Es Lilin, Karatagan Pahlawan, Manuk Dadali, Panon  Hideung, Peuyeum Bandung,Pileuleuyan, Tokecang
-          Lagu BetawI : Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung, Keroncong Kemayoran, Surilang, Terang Bulan

D.     Kebudayaan Modern Khas Indonesia
-          Musik dangdut
-          Film indonesia
-          Sastra
   


NAMA:

- Achmad Eka Rizki Dipareza

- Bagus Rayi Laksana

Sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia telah mengenal dekat dan mengetahui legenda-legenda daerah sebagai salah satu kebiasaan baik yang diwariskan oleh para leluhur. Kita tahu bahwa zaman sekarang legenda terlihat sedikit terlupakan karena banyaknya macam-macam karya sastra, seperti novel, komik, dan lain-lain sehingga legenda daerah jarang sekali diminati. Bahkan kita jarang melihat terdapat buku atau karya sastra yang memuat mengenai legenda-legenda daerah. Dari kebanyakan masyarakat banyak yang meminati karya sastra novel ketimbang cerita legenda, tetapi sebagian orang juga ada yang meminati cerita legenda.
Padahal betapa menarik, unik dan menyenangkannya apabila kita mengetahui legenda daerah dengan baik, sehingga apabila kita berkujung atau berwisata ke tempat-tempat yang memiliki cerita daerah, saat kita berwisata ke tempat tersebut akan terasa lebih menyenangkan dan kita secara spontan mendapat perasaan lain akan tempat tersebut. Kita tahu banyak sekali anak-anak remaja yang saat kita tanyai mengenai legenda daerah mereka sering sekali tetukar jalan cerita, kita ambil contoh, jika kita bertanya ke salah satu anak remaja bagaimana legenda mengenai daerah “X” pastinya remaja itu akan menjawab bahwa dia kurang mengerti akan jalan cerita dan klimaksnya, tetpi tidak semua masyarajat tidak mengetahui legenda daerah, sebagian ada yang mengetahui dengan baik, ada yang hanya sekedar mengetahui, ada yang tidak mengetahui. Dan tidak semua daerah atau tempat memiliki cerita atau legendanya sendiri.
Legenda juga termasuk ke dalam cerita rakyat. Folklore meliputi legenda, music, sejarah lisan, pepatah lelucon, takhyul, dongeng, dan kebiasaan yang menjadi tradisi dalam suatu budaya, subkultur, atau kelompok folklore juga merupakan serangkaian praktik yang menjadi sarana penyebaran berbagai tradisi budaya, dan macam-macam cerita rakyat adalah:
1.     Fabel :  cerita yg menggambarkan watak dan budi manusia yg pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti)
2.     Sage   : Sage merupakan cerita kepahlawanan.
3.     Legenda : Cerita rakyat yang biasanya bercerita mengenai dewa, raja, pangeran, dan putri. .          
4.     Mite   :  cerita yg mempunyai latar belakang sejarah, dipercayai oleh masyarakat sbg cerita yg benar-benar terjadi, dianggap suci, banyak mengandung hal-hal yg ajaib, dan umumnya ditokohi oleh dewa.
 A. Legenda
1.     Pengertian legenda
            Cerita rakyat yang biasanya bercerita mengenai dewa, raja, pangeran, dan putri. Cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi.
      2. Fungsi legenda   
1. Mengetahui mitos-mitos.
2. Mengetahui cerita daerah tersebut.
3. Memberi cirri khas khusus bagi daerah tersebut.
     3. Peran legenda
1. Sebagai pembelajaran bagi masa-masa yang akan datang yang diwariskan oleh leluhur.
2. membawa dan memberi budaya bagi daerah tersebut.
3. Memberi unsur ke-unikan tersendiri bagi daerah yang memiliki legenda.
    

B. Legenda Daerah
            1. Pengertian Legenda Daerah.
            Legenda daerah adalah cerita yang men-cirikhaskan suatu daerah, yang membangun unsur menarik akan daerah atau suatu tempat. Legenda daerah adalah salah satu hal yang membangun unsur menarik suatu daerah, biasanya daerah yang memiliki legenda-nya sendiri daerah itu atua tempat itu akan sangat ternama atau bisa dibilang terkenal.
Contoh legenda daerah :
Danau Toba
Pada zaman dahulu kala, ada seorang pemuda yang bernama Toba, ia yatim piatu dan bekerja sebagai petani di bagian utara pulau Sumatera. Daerah tersebut sangatlah kering. Selain bertani terkadang Toba suka memancing dan menangkap ikan (Dalam terminology orang Batak disebut mandurung, yang artinya menangkap ikan dengan cara menjaring).
Hingga pada suatu hari ia pergi mandurung. Sudah setengah hari ia melakukan pekerjaan itu namun tak satu pun ikan di dapatnya. Karena hari sudah mulai gelap maka Toba pun bergegas hendak pulang ke rumah. Namun tanpa sengaja ia melihat seekor ikan yang besar dan indah, ikan itu berwarna kuning emas.
Toba menangkap ikan besar itu dan dengan segera membawanya pulang. Sesampainya di rumah karena sangat lapar maka ia hendak langsung memasak ikan itu, namun saat melihat ikan indah itu, dia pun mengurungkan niatnya. Ia lebih memilih untuk memeliharanya. Lalu Toba menaruhnya di sebuah wadah yang besar dan memberi ikan tersebut makanan.
Keesokan harinya seperti biasa, ia pergi bertani ke ladangnya, dan hingga tengah hari ia pun pulang ke rumah dengan tujuan hendak makan siang. Tetapi alangkah terkejut dirinya, ketika melihat didalam rumahnya telah tersedia masakan yang siap untuk dimakan dan tampak terhampar beberapa keping uang emas. Ia sungguh terheran heran. Lama ia berpikir siapa yang melakukan semua itu, tetapi karena perutnya sudah lapar akhirnya ia pun menyantap dengan lahap masakan tersebut.
Kejadian ini pun terus berulang-ulang. Setiap kali ia pulang hendak makan, masakan demi masakan telah terhidang di rumahnya. Hingga pemuda tersebut mempunyai siasat untuk mengintip siapa yang melakukan semua itu.
Keesokan harinya Toba mulai menjalankan siasatnya. Seperti biasanya, dia berangkat dari rumah, seakan mau pergi ke lading. Lalu, ia tiba-tiba melompat dan mulai bersembunyi diantara pepohonan dekat rumahnya. Lama ia menunggu, hingga akhirnya begitu ia ingin keluar dari persembunyiannya, ia melihat mulai ada asap di dapur rumahnya. Dengan perlahan ia berjalan menuju kebelakang rumahnya untuk melihat siapa yang melakukan semua itu.
Toba sangat terkejut ketika ia melihat ada seorang wanita yang sangat cantik dan berambut panjang sedang memasak didapur rumahnya. Toba menjadi sangat terpesona karena wajah perempuan yang berdiri dihadapannya luar biasa cantiknya. Dia belum pernah melihat perempuan secantik itu.
Diceritakan oleh perempuan itu bahwa dia adalah penjelmaan dari ikan besar yang telah didapat oleh Toba disungai. Kemudian dijelaskan pula bahwa beberapa keping uang emas yang terletak didapur itu adalah penjelmaan sisiknya.
Hingga pada suatu hari Toba si petani melamar perempuan tersebut untuk jadi istrinya. Perempuan itupun ternyata menyatakan bersedia menerima lamarannya dengan syarat lelaki itu harus bersumpah bahwa seumur hidupnya dia tidak akan pernah mengungkit asal-usul istrinya penjelmaan dari ikan. setelah lelaki itu bersumpah demikian, kawinlah mereka.
Setahun kemudian, mereka dikarunia seorang anak laki-laki yang mereka berinama Samosir. Anak itu sangat dimanjakan ibunya yang mengakibatkan anak itu bertabiat kurang baik dan pemalas.
suatu hari, anak itu disuruh ibunya mengantarkan nasi keladang untuk ayahnya. Akan tetapi ditengah jalan, sebagian nasi dan lauk-pauknya di makan sang anak. Setibanya diladang, sisa nasi itu yang hanya tinggal sedikit dia berikan kepada ayahnya. Saat menerimanya, sang ayah sudah merasa sangat lapar maka Toba jadi sangat marah ketika melihat nasi yang diberikan kepadanya hanya sisa-sisa.
Amarah Toba semakin bertambah ketika anaknya mengaku bahwa dia yang memakan sebagian besar dari nasi itu. Kesabarannya sang ayah jadi hilang dan dia pukuli anaknya sambil mengatakan.”Anak yang tidak bisa diajar. Tidak tahu diuntung, Betul-betul kau anak keturunan perempuan yang berasal dari ikan”
Sambil menangis, anak itu berlari pulang menemui ibunya dirumah. Kepada ibunya dia adukan bahwa dia dipukuli ayahnya. Semua cercaan yang diucapkan ayahnya kepadanya dia ceritakan pula. mendengar cerita anaknya itu, si ibu sedih sekali, terutama karena suaminya sudah melanggar sumpahnya dengan kata-kata cercaan yang dia ucapkan kepada anaknya itu.
Si ibu menyuruh anaknya agar segera pergi mendaki bukit yang terletak tidak begitu jauh dari rumah mereka dan memanjat pohon kayu tertinggi yang terdapat dipuncak bukit itu. tanpa bertanya lagi, si anak Samosir segera melakukan perintah ibunya. dia berlari-lari menuju kebukit tersebut dan mendakinya.
Lalu sang ibu berlari menuju sungai yang tidak begitu jauh letaknya dari dari rumah mereka. Ketika dia tiba ditepi sungai itu kilat menyambar disertai bunyi guruh yang menggelegar. Sesaat kemudian dia melompat kedalam sungai dan tiba-tiba berubah menjadi seekor ikan besar. pada saat yang sama, sungai itupun banjir besar dan turun pula hujan yang sangat lebat.
Berselang beberapa waktu kemudian, air sungai itu sudah meluap kemana-mana dan tergenanglah lembah tempat sungai itu mengalir. Pak Toba tidak bisa menyelamatkan dirinya, ia mati tenggelam oleh genangan air. lama-kelamaan, genangan air itu semakin luas dan berubah menjadi danau yang sangat besar yang kemudian hari dinamakan Danau Toba . Dan Pulau kecil ditengah-tengahnya diberinama pulau samosir.


NAMA:
-   SALSABILA
-   SITI MAHMUDAH


 a.      Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif,sehingga pesan yang dimaksud dapat dimengerti.oleh karena itu bahasa merupakan salah satu alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari

b.      Pengertian dan fungsi bahasa 

Bahasa merupakan sistem komunikasi antara anggota masyarakat yang mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran) yang bersifat Arbiter
  
   Fungsi Bahasa :
o   Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia
o   Alat untuk bekerja sama dengan manusia
o   Alat untuk mengidentifikasikan diri

c.       Pengertian bahasa Indonesia yang menarik
Bahasa yang menarik itu adalah bahasa yang digunakan untuk mempermudah komunikasi antara individu dengan individu yang lainnya,sehingga individu yang lainnya dapat memahami dengan cepat mengenai apa yang sedang dibicarakan.Dan bahasa yang digunakan pun sesuai dengan kondisi dan situasi yang dihadapi

d.      Faktor-Faktor yang mempengaruhi proses belajar mengajar
       Perkembangan peserta didik tak lepas dari peran seorang pendidik,dalam hal ini adalah guru .para peserta didik tidak mungkin dapat belajar sendiri tanpa panduan seorang guru.walaupun metode CBSA yang berpusat pada peserta didik telah banyak diterapkan dalam pendidikan di Indonesia,namun guru tetap menempati kedudukan tersendiri.Peserta didik hanya mampu belajar dengan baik jika guru mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
       Guru merupakan fasilitator bagi peserta didik untuk membantu belajar peserta didik,guru perlu pandai memilah metode yang digunakan dalam pembelajaran metode pembelajaran manapun dapat diterapkan dikelas.tetapi,perlu diingat bahwa kelas yang satu dengan kelas yang lain tidaklah sama.jadi,bila suatu metode pembelajaran dapat dengan efektif diterapkan disatu kelas,belum tentu dikelas lain efektif.dalam hal ini,peran guru sangatlah vital dalam pemilihan metode pembelajaran karena hanya guru yang mampu untuk mengenali karakteristik kelas yang dia ajar, karakteristik setiap kelas pasti berbeda. jika guru mampu menemukan perbedaan itu dan dapat memilih metode pembelajaran mana yang dapat diterapkan pada setiap kelas yang berbeda,hal itu akan  sangat membantu dalam menciptakan proses belajar mengajar yang efektif.

e.      Peranan bahasa Indonesia yang menarik dalam proses belajar mengajar
      Agar dapat tercapainya proses belajar mengajar yang baik,sebagai salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah guru menggunakan bahasa Indonesia yang menarik sehingga murid akan mempunyai ketertarikan dengan materi yang disampaikan oleh pengajar dan murid pun akan mendapatkan dan mencerna dengan baik mengenai materi yang disampaikan oleh guru tersebut
      Tata bahasa yang digunakan oleh guru sangat mempengaruhi semangat dan minat belajar para murid,apabila bahasa yang digunakan adalah bahasa yang monoton dan sulit untuk dicerna serta membosankan,maka minat murid pun akan menurun terhadap materi yang diberikan,dan itu pun akhirnya mempengaruhi nilai murid tersebut.oleh karena itu,untuk terjalinnya proses belajar mengajar yang baik diperlukan timbal balik antara guru dan murid.sehingga antara guru dan murid mendapatkan keuntungan yang sama.

f.        Proses belajar mengajar yang baik
      Disekolah,terdapat 6 faktor yang harus dikuasai seorang guru dalam proses mengajar:
ü  Guru harus menguasai kurikulum tempat ia mengajar
ü  Guru harus menguasai materi tentang pelajaran yang ia ajar
ü  Guru harus menguasai didaktik metodik dengan metode mengajar yang baik serta mampu menggunakan alat-alat pelajaran dan buku pelajaran
ü  Guru harus menguasai teknik evaluasi
ü  Guru harus mempunyai komitmen yang tinggi dalam tugasnya
ü  Guru harus memiliki disiplin yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya

 
NAMA :
- Rindani Dwihapsari
- Ghea Azhari Fauziah