Legenda

on Selasa, 20 Maret 2012
Sejak zaman dahulu masyarakat Indonesia telah mengenal dekat dan mengetahui legenda-legenda daerah sebagai salah satu kebiasaan baik yang diwariskan oleh para leluhur. Kita tahu bahwa zaman sekarang legenda terlihat sedikit terlupakan karena banyaknya macam-macam karya sastra, seperti novel, komik, dan lain-lain sehingga legenda daerah jarang sekali diminati. Bahkan kita jarang melihat terdapat buku atau karya sastra yang memuat mengenai legenda-legenda daerah. Dari kebanyakan masyarakat banyak yang meminati karya sastra novel ketimbang cerita legenda, tetapi sebagian orang juga ada yang meminati cerita legenda.
Padahal betapa menarik, unik dan menyenangkannya apabila kita mengetahui legenda daerah dengan baik, sehingga apabila kita berkujung atau berwisata ke tempat-tempat yang memiliki cerita daerah, saat kita berwisata ke tempat tersebut akan terasa lebih menyenangkan dan kita secara spontan mendapat perasaan lain akan tempat tersebut. Kita tahu banyak sekali anak-anak remaja yang saat kita tanyai mengenai legenda daerah mereka sering sekali tetukar jalan cerita, kita ambil contoh, jika kita bertanya ke salah satu anak remaja bagaimana legenda mengenai daerah “X” pastinya remaja itu akan menjawab bahwa dia kurang mengerti akan jalan cerita dan klimaksnya, tetpi tidak semua masyarajat tidak mengetahui legenda daerah, sebagian ada yang mengetahui dengan baik, ada yang hanya sekedar mengetahui, ada yang tidak mengetahui. Dan tidak semua daerah atau tempat memiliki cerita atau legendanya sendiri.
Legenda juga termasuk ke dalam cerita rakyat. Folklore meliputi legenda, music, sejarah lisan, pepatah lelucon, takhyul, dongeng, dan kebiasaan yang menjadi tradisi dalam suatu budaya, subkultur, atau kelompok folklore juga merupakan serangkaian praktik yang menjadi sarana penyebaran berbagai tradisi budaya, dan macam-macam cerita rakyat adalah:
1.     Fabel :  cerita yg menggambarkan watak dan budi manusia yg pelakunya diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti)
2.     Sage   : Sage merupakan cerita kepahlawanan.
3.     Legenda : Cerita rakyat yang biasanya bercerita mengenai dewa, raja, pangeran, dan putri. .          
4.     Mite   :  cerita yg mempunyai latar belakang sejarah, dipercayai oleh masyarakat sbg cerita yg benar-benar terjadi, dianggap suci, banyak mengandung hal-hal yg ajaib, dan umumnya ditokohi oleh dewa.
 A. Legenda
1.     Pengertian legenda
            Cerita rakyat yang biasanya bercerita mengenai dewa, raja, pangeran, dan putri. Cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi.
      2. Fungsi legenda   
1. Mengetahui mitos-mitos.
2. Mengetahui cerita daerah tersebut.
3. Memberi cirri khas khusus bagi daerah tersebut.
     3. Peran legenda
1. Sebagai pembelajaran bagi masa-masa yang akan datang yang diwariskan oleh leluhur.
2. membawa dan memberi budaya bagi daerah tersebut.
3. Memberi unsur ke-unikan tersendiri bagi daerah yang memiliki legenda.
    

B. Legenda Daerah
            1. Pengertian Legenda Daerah.
            Legenda daerah adalah cerita yang men-cirikhaskan suatu daerah, yang membangun unsur menarik akan daerah atau suatu tempat. Legenda daerah adalah salah satu hal yang membangun unsur menarik suatu daerah, biasanya daerah yang memiliki legenda-nya sendiri daerah itu atua tempat itu akan sangat ternama atau bisa dibilang terkenal.
Contoh legenda daerah :
Danau Toba
Pada zaman dahulu kala, ada seorang pemuda yang bernama Toba, ia yatim piatu dan bekerja sebagai petani di bagian utara pulau Sumatera. Daerah tersebut sangatlah kering. Selain bertani terkadang Toba suka memancing dan menangkap ikan (Dalam terminology orang Batak disebut mandurung, yang artinya menangkap ikan dengan cara menjaring).
Hingga pada suatu hari ia pergi mandurung. Sudah setengah hari ia melakukan pekerjaan itu namun tak satu pun ikan di dapatnya. Karena hari sudah mulai gelap maka Toba pun bergegas hendak pulang ke rumah. Namun tanpa sengaja ia melihat seekor ikan yang besar dan indah, ikan itu berwarna kuning emas.
Toba menangkap ikan besar itu dan dengan segera membawanya pulang. Sesampainya di rumah karena sangat lapar maka ia hendak langsung memasak ikan itu, namun saat melihat ikan indah itu, dia pun mengurungkan niatnya. Ia lebih memilih untuk memeliharanya. Lalu Toba menaruhnya di sebuah wadah yang besar dan memberi ikan tersebut makanan.
Keesokan harinya seperti biasa, ia pergi bertani ke ladangnya, dan hingga tengah hari ia pun pulang ke rumah dengan tujuan hendak makan siang. Tetapi alangkah terkejut dirinya, ketika melihat didalam rumahnya telah tersedia masakan yang siap untuk dimakan dan tampak terhampar beberapa keping uang emas. Ia sungguh terheran heran. Lama ia berpikir siapa yang melakukan semua itu, tetapi karena perutnya sudah lapar akhirnya ia pun menyantap dengan lahap masakan tersebut.
Kejadian ini pun terus berulang-ulang. Setiap kali ia pulang hendak makan, masakan demi masakan telah terhidang di rumahnya. Hingga pemuda tersebut mempunyai siasat untuk mengintip siapa yang melakukan semua itu.
Keesokan harinya Toba mulai menjalankan siasatnya. Seperti biasanya, dia berangkat dari rumah, seakan mau pergi ke lading. Lalu, ia tiba-tiba melompat dan mulai bersembunyi diantara pepohonan dekat rumahnya. Lama ia menunggu, hingga akhirnya begitu ia ingin keluar dari persembunyiannya, ia melihat mulai ada asap di dapur rumahnya. Dengan perlahan ia berjalan menuju kebelakang rumahnya untuk melihat siapa yang melakukan semua itu.
Toba sangat terkejut ketika ia melihat ada seorang wanita yang sangat cantik dan berambut panjang sedang memasak didapur rumahnya. Toba menjadi sangat terpesona karena wajah perempuan yang berdiri dihadapannya luar biasa cantiknya. Dia belum pernah melihat perempuan secantik itu.
Diceritakan oleh perempuan itu bahwa dia adalah penjelmaan dari ikan besar yang telah didapat oleh Toba disungai. Kemudian dijelaskan pula bahwa beberapa keping uang emas yang terletak didapur itu adalah penjelmaan sisiknya.
Hingga pada suatu hari Toba si petani melamar perempuan tersebut untuk jadi istrinya. Perempuan itupun ternyata menyatakan bersedia menerima lamarannya dengan syarat lelaki itu harus bersumpah bahwa seumur hidupnya dia tidak akan pernah mengungkit asal-usul istrinya penjelmaan dari ikan. setelah lelaki itu bersumpah demikian, kawinlah mereka.
Setahun kemudian, mereka dikarunia seorang anak laki-laki yang mereka berinama Samosir. Anak itu sangat dimanjakan ibunya yang mengakibatkan anak itu bertabiat kurang baik dan pemalas.
suatu hari, anak itu disuruh ibunya mengantarkan nasi keladang untuk ayahnya. Akan tetapi ditengah jalan, sebagian nasi dan lauk-pauknya di makan sang anak. Setibanya diladang, sisa nasi itu yang hanya tinggal sedikit dia berikan kepada ayahnya. Saat menerimanya, sang ayah sudah merasa sangat lapar maka Toba jadi sangat marah ketika melihat nasi yang diberikan kepadanya hanya sisa-sisa.
Amarah Toba semakin bertambah ketika anaknya mengaku bahwa dia yang memakan sebagian besar dari nasi itu. Kesabarannya sang ayah jadi hilang dan dia pukuli anaknya sambil mengatakan.”Anak yang tidak bisa diajar. Tidak tahu diuntung, Betul-betul kau anak keturunan perempuan yang berasal dari ikan”
Sambil menangis, anak itu berlari pulang menemui ibunya dirumah. Kepada ibunya dia adukan bahwa dia dipukuli ayahnya. Semua cercaan yang diucapkan ayahnya kepadanya dia ceritakan pula. mendengar cerita anaknya itu, si ibu sedih sekali, terutama karena suaminya sudah melanggar sumpahnya dengan kata-kata cercaan yang dia ucapkan kepada anaknya itu.
Si ibu menyuruh anaknya agar segera pergi mendaki bukit yang terletak tidak begitu jauh dari rumah mereka dan memanjat pohon kayu tertinggi yang terdapat dipuncak bukit itu. tanpa bertanya lagi, si anak Samosir segera melakukan perintah ibunya. dia berlari-lari menuju kebukit tersebut dan mendakinya.
Lalu sang ibu berlari menuju sungai yang tidak begitu jauh letaknya dari dari rumah mereka. Ketika dia tiba ditepi sungai itu kilat menyambar disertai bunyi guruh yang menggelegar. Sesaat kemudian dia melompat kedalam sungai dan tiba-tiba berubah menjadi seekor ikan besar. pada saat yang sama, sungai itupun banjir besar dan turun pula hujan yang sangat lebat.
Berselang beberapa waktu kemudian, air sungai itu sudah meluap kemana-mana dan tergenanglah lembah tempat sungai itu mengalir. Pak Toba tidak bisa menyelamatkan dirinya, ia mati tenggelam oleh genangan air. lama-kelamaan, genangan air itu semakin luas dan berubah menjadi danau yang sangat besar yang kemudian hari dinamakan Danau Toba . Dan Pulau kecil ditengah-tengahnya diberinama pulau samosir.


NAMA:
-   SALSABILA
-   SITI MAHMUDAH

0 komentar:

Poskan Komentar