Pantun

on Selasa, 20 Maret 2012
·       Pengertian Pantun
Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa nusantara. Pantun merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.


·       Fungsi Pantun
Pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata . Pantun juga berfungsi untuk menyatakan curahan hati.


·       Peran Pantun
Peran pantun bagi manusia sebagai alat pemelihara bahasa, pantun juga berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir.









Ciri-ciri Pantun

·       Setiap bait terdiri 4 baris
·       Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
Sampiran adalah 2 baris pertama,  kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya) dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud lain untuk menyampaikan rima atau sajak.
·       Baris 3 dan 4 merupakan isi
Isi merupakan tujuan dari pantun tersebut.
·       Bersajak a – b – a – b
·       Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
·       Berasal dari Melayu (Indonesia)
                                                                                         


Jenis-jenis Pantun

·       Pantun Adat
·       Pantun Agama
·       Pantun Budi
·       Pantun Jenaka
·       Pantun Kepahlawanan
·       Pantun Kias
·       Pantun Nasihat
·       Pantun Percintaan
·       Pantun Peribahasa
·       Pantun Perpisahasan
·       Pantun Teka-teki



Contoh-contoh Pantun

1.    Pantun Adat
Lebat daun bunga tanjung
Berbau harum bunga cempaka
Adat dijaga pusaka dijunjung
Baru terpelihara adat pusaka


2.    Pantun Agama
Banyak bulan perkara bulan
Tidak semulia bulan puasa
Banyak tuhan perkara tuhan
Tidak semulia Tuhan Yang Esa


3.    Pantun Budi  
Ayam jantan si ayam jalak
Jaguh siantan nama diberi
Rezeki tidak saya tolak
Musuh tidak saya cari


4.    Pantun  Jenaka
jangan suka makan mentimun
karna banyak getahnya
hai kawan jangan melamun
melamun itu tak ada gunanya  

5.    Pantun Kepahlawanan
jangan suka makan mentimun
karna banyak getahnya
hai kawan jangan melamun
melamun itu tak ada gunanya

6.    Pantun Kias
Berburu kepadang datar
Dapatkan rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagaikan bunga kembang tak jadi

7.    Pantun Nasihat
Parang ditetak kebatang sena
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna
Bila tak penuh menaruh ilmu

8.    Pantun Percintaan
Ikan belanak hilir berenang
Burung dara membuat sarang
Makan tak enak tidur tak tenang
Hanya teringat dinda seorang

9.    Pantun  Peribahasa
Berakit-rakit kehulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian
10.           Pantun Perpisahan
Duhai selasih janganlah tinggi
Kalaupun tinggi berdaun jangan
Duhai kekasih janganlah pergi
Kalaupun pergi bertahun jangan

11.           Pantun Teka-teki
Beras ladang sulung tahun
Malam malam memasak nasi
Dalam batang ada daun
Dalam daun ada isi


Struktur Pantun
Menurut Sutan Takdir Alisjahbana, fungsi sampiran terutama menyiapkan rima dan irama untuk mempermudah pendengar memahami isi pantun. Ini dapat dipahami karena pantun merupakan sastra lisan. Meskipun pada umumnya sampiran tak berhubungan dengan isi kadang-kadang bentuk sampiran membayangkan isi.
Sebagai contoh dalam pantun dibawah ini :

Air dalam bertambah dalam
Hujan dihulu belum lagi teduh
Hati dendam bertambah dendam
Dendam dahulu belum lagi sembuh

Beberapa sarjana eropa berusaha mencari aturan dalam pantun maupun puisi lama lainnya. Misalnya satu baris pantun terdiri atas 4 - 6 kata dan 8 – 12 suku kata. Namun aturan ini tidak selalu berlaku.

Nama : Dimas Dwicahyo

0 komentar:

Poskan Komentar